Saturday, May 29, 2021

Asal Kata Bahasa Indonesia dan Bahasa-Bahasa di Nusantara

Semua kata yang ada saat ini pasti ada asalnya, iya kan? Mungkin kalian masih ingat pelajaran Bahasa Indonesia tentang kata serapan. Ada kata serapan dari Portugis seperti "garpu" dan "jendela". Kemudian ada dari Arab seperti "kursi" dan "sahabat". Terus ada dari Belanda seperti "handuk" dan "kantor". Lalu ada dari Sanskerta seperti "muka" dan "rasa". Dan masih banyak lagi! Kalau kita lihat, kata-kata tadi itu dasar banget. Terus kata apa dong, yang asli Indonesia? Dan kata asli Indonesia asalnya dari mana?

Sebenarnya di pelajaran Bahasa Indonesia atau sejarah juga telah disebutkan bahwa asal Bahasa Indonesia itu adalah dari Bahasa Melayu Riau yang dibakukan. Berarti pertanyaan selanjutnya, dari mana Bahasa Melayu berasal?

Ternyata, Bahasa Melayu dan sebagian besar bahasa-bahasa lainnya yang ada di Indonesia itu berasal dari bahasa yang sama! Iya, Bahasa Jawa di Jawa, Batak di Sumatra, Bali di Bali, Tetun di Nusa Tenggara, sampai ke Bahasa Gorontalo di Sulawesi. Untuk melihatnya, kita bisa lakukan perbandingan bahasa. Ini tabel perbandingan angka satu sampai sepuluh beberapa bahasa di Indonesia:

    Jawa         Batak           Bali           Tetun       Gorontalo  
Siji Sada Besik Ida Tuwewu
Loro Dua Dua RuaDuluwo
Telu Tolu Telu Tolu Totolu
Papat Opat Papat Hat Opato
Lima Lima Lima LimaLimo
Enem Onom Nenem Nen Wolomo
Pitu Pitu Pitu Hitu Pitu
Wolu Walu Kutus Walu Walu
Sanga Sia Sia Sia Tiyo
Sepuluh Sapulu Dasa Sanalu Mopulu

Melihat tabel itu, barulah terasa, ratusan bahasa di Indonesia, tapi sebenarnya kita masih bersaudara! 😊

Jadi, apa nama bahasa yang merupakan nenek moyang bahasa-bahasa di Indonesia? Para peneliti menyebutnya Bahasa Austronesia. Bahasa ini tidak diketahui secara pasti bagaimana bentuknya dulu. Peneliti cuma bisa memperkirakan dari turunan-turunan bahasanya yang ada pada saat ini. Sebagai contoh dari tabel di atas, kata "lima" tidak banyak berubah. Berarti kemungkinan besar memang "lima" adalah kata aslinya. Begitu juga untuk "telu" dan "pitu" tidak mengalami banyak perubahan. Dengan menerapkan cara ini pada kata yang lain, kita bisa tahu kata mana saja yang merupakan kata asli Indonesia. 

Sebelum melanjutkan, perlu disebutkan juga bahwa Bahasa Austronesia tidak hanya mencakup daerah Indonesia saja. Sebenarnya Bahasa Austronesia ini juga merupakan asal dari bahasa di daerah Filipina, seperti Bahasa Pangasinan, lalu New Zealand yaitu Bahasa Maori, dan bahkan sampai Madagascar, yaitu Bahasa Malagasy, dan Hawai'i, yaitu Bahasa Hawai'i. Ini tabel perbandingan angkanya:

    Batak         Pangasinan           Maori          Malagasy         Hawai'i    
Sada Sakey Tahi Iray Kahi
Dua Dua Rua RoaLua
Tolu Talo Toru Telo Kolu
Opat Apat Wha Efatra Ha
Lima Lima Rima DimyLima
Onom Anem Ono Enina Ono
Pitu Pito Whitu Fito Hiku
Walu Walo Waru Valo Walu
Sia Siam Iwa Sivy Iwa
Sapulu Sampolo Tekau Folo Umi

Lalu, dari mana Bahasa Austronesia berasal? Kenapa bisa sampai Madagascar dan Hawai'i? Teori yang paling umum disebut mengatakan bahwa asal Bahasa Austronesia adalah dari daerah di sekitar Taiwan. Dari sana, Bahasa Austronesia dibawa pelayar ke daerah Filipina, kemudian turun ke selatan lagi ke daerah kepulauan Indonesia. Dan dari Indonesia, ada yang ke barat menuju Madagascar, dan ke timur menuju New Zealand dan Hawai'i. Semakin jauh dari Taiwan, semakin berubah pula bahasa itu. Dari tabel di atas terlihat bahwa Batak dan Pangasinan masih terlihat sangat mirip. Dengan Maori sedikit mirip. Dan dengan Malagasy dan Hawai'i sudah cukup berubah. 

Teori ini didukung dari penelitian tentang penanggalan genetik orang-orang di Indonesia. Dengan melihat gen orang di Indonesia, peneliti bisa tau asal orang Indonesia dari mana dan kapan berpindahnya. Secara umum, penduduk awal daerah di Indonesia adalah orang-orang Papua. Baru sekitar lebih dari 3000 tahun yang lalu, orang-orang Austronesia datang ke daerah Indonesia dan bercampur dengan orang Papua. Rasio gen Austronesia dengan Papua menurun dari daerah barat sampai ke timur Indonesia.

Kemudian, dari mana Bahasa Austronesia yang di Taiwan berasal? Untuk mengetahuinya, kita juga dapat menerapkan metode perbandingan kata! Rumpun bahasa lain yang secara geografis dekat dengan Austronesia adalah Rumpun Bahasa Kra-Dai dan Austroasiatic. Dari kedua bahasa tersebut, menurut kebanyakan peneliti, rumpun bahasa yang langsung berhubungan dengan Austronesia adalah Kra-Dai. Asal Bahasa Austronesia dan Kra-Dai ini disebut dengan Austro-Thai. Baru Bahasa Austro-Thai ini lah yang berhubungan dengan Austroasiatic. Asal Bahasa Austro-Thai, Austroasiatic, dan satu lagi Hmong-Mien diberi nama Bahasa Austric. 

Kra-Dai memiliki lima cabang. Cabang terbesar yaitu Tai di daerah Cina Selatan dan Asia Tenggara, kemudian Kra di daerah Cina Selatan dan Vietnam Utara, Kam-Sui di daerah Guizhou dan Guangxi Cina, Be di derah Hainan Cina, dan Hlai yang juga di daerah Hainan Cina. Tai menjadi cabang yang paling besar karena sekarang turunannya merupakan bahasa resmi di Thailand dan Laos, yaitu masing-masing Bahasa Thai dan Lao. Sementara cabang lain merupakan bahasa minoritas di Cina dan Vietnam. Yang perlu diperhatikan adalah, seperti pada Bahasa Hlai, Bahasa Hlai yang dulu dan yang sekarang sudah mengalami sedikit perubahan. Di sini kita bahas Bahasa Hlai yang dulu.

Jadi, bagaimana dengan angka-angka di Rumpun Bahasa Kra-Dai? Ternyata tidak semua cabang memiliki angka yang mirip. Tai misalnya, ternyata cabang ini mengadopsi angka Cina. Sementara Kra dan Hlai tidak. Kemungkinan Kra dan Hlai pisah terlebih dahulu dari Kra-Dai sebelum Cina mempengaruhi cabang-cabang lainnya. Berikut tabel angka Kra, Hlai, dan Austronesia:

    Austronesia           Kra             Hlai      
Isa Tsem Ci
Dusa Sa Alau
Telu Tu Utu
Sepat Pe Ateu
Lima Rma Ama
Enem Hnem Enum
Pitu Tru 'Tu
Walu Mru Aru
Siwa Sghwa Upal
Sapuluq Pwlot Apuc

Jika dibandingkan dengan Bahasa Austronesia, Bahasa Kra tampak memendekkan kata-katanya menjadi satu suku kata saja. Seperti pada kata "sa", "tu", dan "pe". Untuk kata lainnya, juga dipendekkan tapi menjadi satu setengah suku kata. Seperti pada "rma", huruf "r" nya dibaca seperti setengah suku kata. Sementara Bahasa Hlai tidak ada yang menjadi satu setengah suku kata. Hampir semua kata tetap dalam dua suku kata, kecuali untuk angka satu dan tujuh, yang diambil hanya satu suku kata saja.

Meskipun Bahasa Tai mengadopsi Angka Cina, kemiripan Bahasa Tai dengan Bahasa Austronesia masih dapat dilihat dari kata-kata lainnya. Berikut ini adalah tabel perbandingan Bahasa Indonesia, salah satu turunan Bahasa Austronesia, dan Bahasa Thailand yang merupakan salah satu turunan Bahasa Thai:

    Thailand     Thailand
    Transliterasi    
      Indonesia      
āļูKuu Aku
āļĄึāļ‡ Mung Kamu
āļ•āļē Taa Mata
āļ™āļ Nuk Manuk
āđ€āļ‚ีāļĒāļ§ Khiyw Hijau
āļ”āļģ Dam Hitam
āļิāļ™ Kin Makan
āļ”ื่āļĄ Dum Minum
āļ™ี้ Ni Ini
āļĄāļ” Mut Semut
āļāļē Kaa Gagak

Terlihat bahwa hampir semua kata di Bahasa Thailand hanya memiliki satu suku kata saja. Jika dibandingkan dengan Bahasa Indonesia, Bahasa Thailand hanya menggunakan suku kata terakhir. Sementara untuk kata "hijau", huruf J melebur menjadi Y. Sifat Bahasa Thai yang hanya menggunakan satu suku kata ini mirip dengan Bahasa Kra yang telah kita bahas sebelumnya.

Dari perbandingan kata tadi, beberapa peneliti berhipotesis bahwa kata-kata di Austronesia tadinya juga hanya satu suku kata saja. Hal ini dapat dilihat dari kata-kata di Bahasa Indonesia sekarang seperti "rakit", "bangkit", "ungkit", dan "bukit". Semua kata tersebut memiliki arti yang menunjukkan naik. Persamaan tersebut ditunjukkan dengan suku kata "kit", dan artinya menjadi berbeda karena digabungkan dengan kata lain di awalnya.

Kemudian juga ada "dung"/"tung", yang sekarang di Bahasa Indonesia ada di kata "kantung", "kandung", dan mungkin "bendung" dan "bedung". Selain dari penggabungan, ada juga pemberian awalan, sisipan, akhiran, dan duplikasi. Salah satu contoh duplikasi adalah pada kata "gagak".

Selanjutnya, jika asal dari Bahasa Austronesia adalah Austro-Thai, dan Austro-Thai berasal dari Bahasa Austric, bagaimana bentuk bahasa Austric? Jawabannya adalah tidak ada yang tahu. Beberapa peneliti menganggap Bahasa Austric masih bersifat spekulatif. Meskipun begitu, salah satu peneliti mengusulkan bahwa asal Bahasa Austric adalah Dene-Daic, dan terakhir asal dari Dene-Daic adalah Borean, yang merupakan asal dari semua bahasa di dunia.

0 comments:

Post a Comment